Keguguran Spontan

Keguguran spontan atau aborsi adalah peristiwa dimana keluarnya janin dari rahim sebelum waktunya. Peristiwa ini tentu sangat menyakitkan bagi pasangan suami istri karena ini sangat tidak di inginkan terjadi. Lalu kenapa keguguran bisa terjadi ? dan bisa kah keguguran ini terdeteksi sebelumnya ?

Sebelum Minggu Ke 20

Keguguran spontan adalah peristiwa keluarnya janin dari rahim dengan cara tak sengaja sebelum pekan ke dua puluh. Kejadian ini adalah trick alamiah untuk menyeleksi embrio yg cacat atau tak sehat atau isyarat adanya masalah medis terhadap ibu. Batasan sebelum pekan ke 20 bukan dibuat tidak dengan argumen. Lalu para dokter mempunyai anggapan keguguran spontan berjalan terhadap pekan ke 26 atau 28 serta dinamakan keguguran. Lantaran rata rata nyaris tak ada bayi yg lahir sebelum minggu-minggu tersebut sanggup bersi kukuh hidup. Tapi, sekarang ini bayi yg lahir sekian banyak kala sesudah pekan ke 20 atau lebih bisa diselamatkan. Jadi, definisi mengenai keguguran mesti ditukar. Janin yg lahir sesudah pekan ke 20 atau lebih rata-rata dinamakan kelahiran prematur atau lahir dini. Seandainya bayi lahir dalam kondisi wafat dinamakan still birth atau kematian dalam kandungan.

Sesungguhnya, keguguran lebih tidak jarang berlangsung daripada yg diperkirakan orang. Dikarenakan, keguguran kepada trimester mula-mula bakal menyerupai haid yg datang terlambat. Itulah sebabnya tidak sedikit ibu yg tak sadar bahwa dia sebenarnya mulai sejak hamil. Menurut penelitian, kurang lebih 10 hingga 20 % kehamilan.

Penyebab Keguguran Spontan
  • Faktor usia ibu dan ayah. Semakin tua usia ibu, semakin besar peluang terjadinya keguguran. Usia ayah dan ibu juga berperan dalam menambah risiko produksi kromosom yang abnormal (tes kromosom bayi dilakukan dengan teknik amniosintesis atau chorionic villus sampling bila ibu berusia 35 tahun atau lebih atau ayah berusia 50 tahun atau lebih).
  • Kemungkinan ibu mempunyai hormonal (endokrin) seperti prolaktin yang terlalu banyak, dapat mengganggu perkembangan telur yang baru dibuahi. Demikian pula dengan terlalu sedikitnya hormon progesteron, yakni hormon penunjang kematangan janin dan plasenta.
  • Bisa juga disebabkan oleh bentuk rahim yang abnormal, kelainan pada plasenta dan serviks lemah.
  • Kadang-kadang, berkembang masalah autoimun (tubuh ibu tidak berhasil memproduksi antibodi pelindung yang akan menjaga janin supaya tidak gugur). Kehadiran antibodi lain tertentu dalam darah ibu, yang dikenal dengan phospolid antibody, belakangan ini ditemukan sebagai penyebab keguguran. Suatu tes baru dapat mendeteksi kondisi ini sehingga bisa segera diatasi pada kehamilan dini. Dokter juga dapat mendeteksi apakah ibu dari pasien yang mengalami keguguran mendapat obat DES (diethylstilbetrol) pada waktu ia mengandung atau melahirkan si pasien. Karena. anak perempuan dari ibu yang pernah mendapat DES kerap mengalami masalah untuk mengandung atau melahirkan.
  • Kebiasaan sang calon ibu juga berperan terhadap terjadinya keguguran, seperti penggunaan obat-obatan, minum minuman keras, atau merokok.
  • Faktor stres yang tinggi 

Penanganan Keguguran

Seandainya satu orang ibu yg sempat mengalami keguguran hamil lagi, dokter mungkin saja bakal berikan aksi preventif buat menjaga kehamilan tersebut. Terutama terhadap trimester mula-mula. Rata Rata, ibu bakal disarankan buat bedrest, mengurangi jadwal kerja, atau mengurangi gerakan lain. diluar itu, barangkali ibu dapat disarankan utk tak lakukan jalinan seksual terhadap kemilan dini, terutama dikala ibu mengalami kram atau perdarahan, atau jikalau dirinya sempat mengalami keguguran. Substansi tertentu dalam sperma bakal merangsang kegiatan otot rahim & meningkatkan kontraksi. Sperma dapat juga mengambil bakteri seperti chlamydia atau mycoplasma, terutama jikalau serviks ibu pendek atau terbuka sebahagian, masuk ke dalam rahim menciptakan ketuban & janin terinfeksi. Apabila pasangan yg mempunyai potenri tersebut mau berhubungan seksual, sehingga disarankan utk memakai kondom maka sperma tak bakal masuk (tumpah) ke dalam vagina.

Bahaya Keguguran

Bila anda merasa takut mengalami keguguran, yg ditandai bersama perdarahan, kram rahim, atau ketuban pecah, sebaiknya langsung hubungi dokter. Dalam kondisi seperti ini rata rata dokter mengusahakan agar kehamilan bakal diselamatkan, contohnya bersama bed rest & lain-lain.

Keguguran yg tak akan dihindari lagi ialah istilah yg difungsikan dokter seandainya rahim telah dalam proses melepaskan janin. Perdarahan hebat & kram yaitu gejala yg paling umum. Seandainya serviks telah terbuka sebahagian mungil, mungkin saja kehamilan tak akan diselamatkan. Situasi lain yg tak berikan cita-cita merupakan missed abortion dimana janin sudah mati tapi tak terlepas dari rahim, & blighted ovum di mana telur dibuahi & plasenta sudah terbentuk tapi janin tak berkembang.

Dalam kasus terancam keguguran, ada kesempatan utk menyelamatkan kehamilan. Faktor ini kerap timbul kepada trimester perdana, ditandai dgn perdarahan & kram ringan. Jikalau berlangsung perdarahan & kram yg hebat sekalipun, ibu tak dapat kehilangan bayi seandainya serviks konsisten tertutup & ketuban belum pecah. Bersama sonogram, dokter mampu menganalisa keadaan kehamilan yg sebenarnya & tentukan apakah masihlah ada denyut jantung.

Itulah penjelasan singkat mengenai Keguguran Spontan yang dapat blog Obat Pembersih Rahim Pasca Keguguran informasikan, selebihnya bisa bertanya langsung pada kami dengan berkomentar pada blog ini. Semoga bermanfaat dan SALAM SEHAT NEGERIKU !!!